My Profile
Monday, February 26, 2007
Adi, begitu temen temen memanggil aku. Aku lahir pada tgl 18 Agustus 80, masa kecilku pada umumnya sama dengan anak anak yang lainnya, aku dilahirkan dari sebuah keluarga yang sangat pas pasan, Bapakku hanya seorang petani kecil disebuah desa di Singaraja. Sedangkan Ibuku hanya seorang pengusaha kecil kecilan.

Tapi aku sangat salut sama kedua orang tuaku, beliau tidak pernah kenal menyerah, walaupun usianya sekarang sudah mencapai setengah abad. Kedua orang tuaku boleh dibilang pantang menyerah dalam menghadapi hidup, aku sangat senang jika selalu bias bersamanya.

Tetapi apaboleh buat pada usia yang ke 13 tahun aku sudah harus pindah sama kedua orang tuaku, aku diajak merantau ke seberang pulau, ya Aku harus merantau ke Mataram ikut kakakku disana, karena disinyalir kalau aku tetep di desa tempat aku dilahirkan ditakutkan aku akan salah pergaulan, oleh karena itu aku musti pindah ke Mataram supaya bias dalam pengawasan kakakku. Setelah aku selesai menamatkan sekolahku di sebuah SMK di Mataram, dengan jurusan Pariwisata, aku berusaha mencari pekerjaan dengan modal ijasah SMK yang aku punya. Aku juga sempat di Trainning di beberapa hotel berbintang di kawasan Senggigi, tetapi nasib baik rupanya belum berpihak padaku setelah selesai training, beberapa hari sebelum aku harus diterima kerja di hotel tersebut, kerusuhan melanda Mataram dan sekitarnya, waktu itu kalau tidak selah, terjadi kerusuhan antara umat muslim dan umat Kristen, dimana mana terjadi kebakaran yang dilakukan oleh salah satu umat waktu itu sehingga menghancurkan pariwisata saat itu, banyak sekali dampak yang dirasakan oleh masyarakat sana termasuk aku sendiri tidak jadi diterima kerja disalah satu hotel tersebut yang memaksa aku harus balik ke Denpasar untuk coba melamar jadi Bintara Polri atas usulan kakak iparku disana. Akupun musti di pindahkan lagi dari Mataram ke Denpasar, di Denpasar aku tinggal sama kakak misanku.

Setelah aku tinggal di Denpasar bukaan Bintara Polri pun ada dan akupun mencoba tuk ngelamar. Banyak sekali kisah dan usaha yang telah aku lakukan supaya bias lulus menjadi Bintara Polri, tetapi rupanya nasib baik juga belum berpihak padaku, sehingga aku harus bolak balik Denpasar Mataram karena aku sendiri tidak begitu betah waktu itu tinggal di Denpasar, karena kebanyakan temen temenku tinggal di Mataram. Setelah 3 kali mencoba aku tidak lulus, maka akupun memutuskan tuk mencari kerja sendiri dan memetaap di Denpasar, karena akuliat kesempatan tuk mencari kerja di Denpasar lebih banyak ketimbang di Mataram. Akupun mencoba coba tuk melamar pekerjaan tatapi sangat susah sekali tuk mendapatkan perjaan itu. Sehingga, sementara aku dapat kerjaan aku mengisi waktuku dengan membantu kakakku disini menjalankan bisnis propertynya. Akupun mulai mendapatkan hasil dari jerih payahku membantu kakakku menjalankan usahanya, karena kondisi propertynya kian hari kian sepi, akupun kembali mencoba melamar kerjaan di perusahaan perusahaan, akhirnya saudaraku menawarkan aku kerja jadi loper sebuah majalah, akupun menyanggupinya, tapi pertengahan jalan aku mendapatkan kesulitan karena aku belum terlalu hapal jalan jalan di Denpasar, sehingga akupun mengembalikan pekerjaan itu. Menjadi sales juga aku pernah tapi semua tidak berjalan lama, karena aku masih belum puas akan apa yang aku dapat. Sehingga pada suatu saat teman semasa SMAnya aku menghubungi aku lewat telpon kebetulan di sebelah kantor tempat dia kerja ada sebuah perusahaan jual beli computer dan alat wartel yang mencari karyawan, akupun mencobanya. Pada awalnya aku sangat pesimis bias kerja disana karena aku tidak punya dasar di computer. Tetapi kebetulan pemilik perusahaan itu maklum sama aku dan mau mengajari aku sedikit demi sedikit, dari situ aku mulai belajar, belajar dan terus belajar computer bahkan aku sampai tidur dikantor saking keras usahaku supaya bias komputer. Kurang dari lima bulan akupun dipercaya sama pemilik perusahaan dalam mengerjakan beberapa pekerjaan yang sebelumnya aku rasa perkerjaan itu sungguh sulit dan akupun dapatkan kepercayaannya. Akupun jadi seorang teknisi computer, aku juga sering diajak keluar kota dalam mengerjakan beberapa proyek, ya lumayan pada saat itu kondisi mulai rame, akupun senang menjalani pekerjaan itu. Pada waktu itu aku juga dipercaya memaintenance computer di sebuah Consultan jadi waktu itu aku bekerja di dua perusahaan sekaligus.

Karena kondisi di tempatku kerja semakin kurang enak, banyak karyawan yang iri sama aku karena semakin dipercayanya aku sama pemilik perusahaan maka akupun minta mengundurkan diri dari sana, dengan persetujuan pemilik pun akhirnya aku keluar dari sana, dan mendirikan took computer sendiri yang di modali oleh seorang pemilik Contraktor, akupun pindah kerja dan aku mengajak temen yang dulu kerja sama aku tuk gabung sama aku waktu itu. Selang beberapa bulan aku menemukan ketidak cocokan sama pemilik modal dan akhirnya juga aku mingembalikan kembali modal yang sedah diberikan kepadaku saat itu, aku tidak bias kerjasama sama beliau waktu itu. Karekter yang sangat berbeda membuat aku harus pergi dari sana. Akupun kembali menganggur tanpa kerjaan pasti, sesekali si aku dapat kerjaan dari customer customerku yang dulu.

Dari sana aku kembali merasakan susahnya hidup di Denpasar tanpa pekerjaan tetap karena biaya hidup di Denpasar cukup mahal jika dibandingkan dengan di Mataram.

Hari hari aku lalui dan akupun pantang tuk menyerah, setiap pagi waktu itu aku sering beli koran berharap ada sebuah perusahaan membutuhkan karyawan, dengan pekerjaan yang tidak tetap akupun kesusahan karena harus membayar uang kontrakan tiap bulan, akupun sering mengrim surat lamaran kerja ke perusahaan perusahaan, entah berapa banyak sudah aku kirimkan lamaran aku sudah lupa, sehingga pada suatu hari sebuah PTS (Perguruan Tingi Swasta) menelpon aku, dan meminta aku tuk ikut interview penerimaan karyawan, akupun merasa sangat senang ternyata dari sekian surat lamaran yang aku kirim ada juga yang merespon, tetapi rasa senang yang aku rasa sedikit demi sedikit menghilang setelah aku mengikuti interview di sana, ternyata yang ngelamar pekerjaan disana kebanyakan yang tamatan S1 dan Diploma, akupun sangat pesimis tidak mungkin aku bisa diterima kerja disana dengan bermodalkan ijasah SMK. Tetapi aku tetap saja berusaha berharap Dewi Portuna berpihak kepada aku, hal itupun menjadi kenyataan, ternyata Dewi Portuna pun berpihak sama aku, setelah lima kali testing (kalau gak salah) akupun diterima kerja disana sampai saat ini. Dari sini aku bisa belajar bersabar dan terus berusaha!! Salam . . .
 
posted by adhie at 4:19 PM | Permalink |


0 Comments: